TUGAS MANDIRI
STATISTIK PROBABILITAS
Korelasi Antara Kualitas Pelayanan
BAAK UPB Terhadap Kepuasan Mahasiswa di Universitas Putera Batam
DISUSUN OLEH
Nama :Aprillia
Npm :151010039
Mata Kuliah :Statistik Probabilitas
Dosen :Ganda Sirait S.Si., M.SI
Prodi :Administrasi Negara
Fakultas :Ilmu Sosial dan Humaniora
UNIVERSITAS
PUTRA BATAM
TA
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga proses pembuatan tugas makalah
penelitian tentang “KORELASI ANTARA KUALITAS PELAYANAN BAAK UPB TERHADAP
KEPUASAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS PUTERA BATAM” dapat
terselesaikan dengan baik.
Penyusunan makalah ini tidak lepas
dari peran serta, dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang berkontribusi
bagi terselesainya pembuatan makalah ini.
Namun dalam penyusunan makalah ini
masih jauh dari kata sempurna, dan tentu tidak lepas dari kekurangan. Oleh karena
itu, Dengan tidak mengurangi rasa hormat Saya apabila ada kata yang kurang
berkenan pada isi makalah ini Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena itu, kritik dan saran yang
sifatnya membangun sangat Saya harapkan demi kesempurnaan dari makalah ini.
Akhir kata, Saya berharap agar
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua serta menambah ilmu pengetahuan.
Batam, 4
Agustus 2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................. ii
DAFTAR ISI.............................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN......................................................... 4
1.1 Latar
Belakang..................................................................... 4
1.2 Rumusan
Masalah................................................................ 4
1.3 Tujuan
Penelitian.................................................................. 5
1.4 Manfaat
Penelitian............................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN........................................................... 6
2.1 Pengertian Statistik ............................................................... 6
2.2 Hipotesis Sementara .............................................................. 7
BAB III HASIL PENELITIAN ............................................... 8
3.1 Metode
Penelitian…………………………………….….......8
3.2 Data
Mentah……………………………… …….……….,....8
3.3
Pengolahan Data…………………………………………….9
BAB IV PENUTUP................................................................... 15
4.1 Kesimpulan............................................................................. 15
4.2 Saran....................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kegiatan pelayanan dalam suatu
organisasi khususnya di sebuah universitas haruslah berorientasi terhadap
kepuasan seluruh mahasiswa serta semua yang bersangkutan dengan universitas
tersebut. Karena kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa dapat memberikan
kontribusi kepada universitas dalam meningkatkan kepercayaan serta membangun
citra yang baik karena kemampuan melayani atau memberi pelayanan secara maksimal
kepada seluruh mahasiswa.
Mengingat betapa pentingnya peran
kualitas pelayanan bagi kehidupan suatu universitas maka diharapkan untuk
berupaya meningkatkan potensi yang dimiliki, agar kualitas dan kuantitas
pelayanan tersebut dapat bersaing.
Selain itu perlu diketahui bersama
bahwa sumber dana kegiatan pelayanan berasal dari mahasiswa melalui pembayaran uang
perkuliahan di setiap semesternya maka dari itu karena telah membayar
kewajibannya sebagai mahasiswa sehingga wajar apabila mahasiswa sangat
mengharapkan haknya mendapatkan pelayanan yang baik dan berkualitas
Dari latar belakang diatas
tersebut, maka judul yang ingin diangkat oleh penulis adalah “Korelasi Antara
Kualitas Pelayanan BAAK Universitas Putera Batam Terhadap Kepuasaan Mahasiswa
di Universitas Putera Batam” sebagai judul penelitian ini.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
tersebut, Makalah ini merumuskan masalah, antara lain adalah:
1. Apakah
ada pengaruh kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap tingkat kepuasan
Mahasiswa Universitas Putera Batam ?
2. Seberapa
besar pengaruh kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap tingkat kepuasan
Mahasiswa Universitas Putera Batam ?
1.3 Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan makalah ini adalah:
1. Untuk
mengetahui apakah ada pengaruh kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap
tingkat kepuasan Mahasiswa Universitas Putera Batam ?
2. Untuk
mengetahui Seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap
tingkat kepuasan Mahasiswa Universitas Putera Batam ?
1.4
Manfaat Penelitian
Berdasarkan dari latar belakang dan
rumusan masalah di atas, makalah penelitian ini nantinya diharapkan dapat
memberikan kontribusi yang dapat diterima oleh semua pihak yang
terkait dengan makalah penelitian ini. Makalah ini diharapkan
akan berguna dan bermanfaat, sebagai berikut:
a. Secara teoritis
Makalah ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi, rekomendasi, dan referensi bagi
penulis berikutnya, khususnya yang berkaitan dengan Korelasi Antara
Kualitas Pelayanan BAAK Universitas Putera Batam Terhadap Kepuasaan Mahasiswa
di Universitas Putera Batam.
b. Secara praktis
Diharapkan penelitian ini dapat
menjadi masukan yang dipertimbangkan sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi
kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap kepuasan Mahasiswa di Universitas Putera
Batam, dalam merumuskan program dan tujuan serta pengambilan keputusan
strategis dalam rangka pengembangan dan perbaikan pelayanan yang berkualitas.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Statistik
Statistik deskriptif memberikan
informasi secara visual dan lebih bersifat subjektif dalam pembuatan analisisnya.
Statistik deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan
(dideskripsikan) atau disimpulkan, baik secara numerik (misalnya menghitung
rata-rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau
grafik), untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga
lebih mudah dibaca dan bermakna.
Hipotesis asosiatif merupakan
dugaan tentang adanya hubungan antar variable dalam populasi yang akan diuji
melalui hubungan antar variable dalam sampel yang diambil dari populasi
tersebut. Jadi menguji hipotesis asosiatif adalah menguji koefisiensi korelasi
yang ada pada sampel untuk diberlakukan pada seluruh populasi dimana sampel
diambil. Bila penelitian dilakuakan pada seluruh populasi maka tidak
diperlukanpengujian signifikansi terhadap koefisien korelasi yang ditemukan.
Hal ini berarti peneliti tidak merumuskan dan menguji instrument statistik.
Terdapat tiga macam bentuk hubungan
antar variable, yaitu hubunagn simetris, hubungan sebab akibat (kausal) dan
hubungan interaktif (saling mempengaruhi). Untuk mencari hubuangan antara dua
variable atau lebih dilakuakn dengan menghitung korelasi antar variable yang
akan dicari hubungannya. Korelasi merupakan angka yang menunjukkan arah dan
kuatnya hubungan antar dua variable atau lebih. Arah dinyatakan dalam bentuk
hubungan positif atau negative, sedangkan kuatnya hubungan dinyatakan dalam
besarnya koefisien korelasi.
Hubungan dua variable atau lebih
dikatakan hubungan positif, bila nilai suatu variable ditingkatkan, maka akan
meningkatkan nilai variable yang lain, dan sebaliknya nilai satu variable
diturunkan maka akan menurunkan nilai variable yang lain. Hubungan dua variable
atau lebih dikatakan hubungan negative, bila nilai satu variable dinaikkan maka
akan menurunkan nilai variable yang lain, dan juga sebaliknya bila nilai satu
variable diturunkan, maka akan menaikkan nilai variable yang lain.
Kuatnya hubungan antar variable
dinyatakan dalam koefisien korelasi. Koefisien korelasi positif terbesar = 1
dan koefisien korelasi negative terbesar = -1, sedangkan yang terkecil adalah
0. Bila hubungan antar dua variable atau lebih itu mempunyai koefisien korelasi
= 1 atau -1, maka hubungan tersebut sempurna. Dalam arti kejadian-kejadian pada
variable yang satu akan dapat dijelaskan atau diprediksikan oleh variable yang
lain tanpa terjadi kesalahan (error). Semakin kecil koefisien korelasi, maka
akan semakin besar error untuk membuat prediksi. Sebagai contoh, bila hubungan
bunyinya burung Prenjak mempunyai koefisien korelasi sebesar 1, maka akan dapat
diramalkan setiap ada bunyi burung Prenjak maka akan dipastikan aka nada tamu.
tetapi kalau koefisien korelasinya kurang dari satu, setiap ada bunyi burung
Prenjak belum tentu ada tamu, apalagi koefisien korelasinya mendekati 0.
Terdapat bermacam-macam teknik
Statistik Korelasi yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif.
Koefisien mana yang akan dipakai tergantung pada jenis data yang akan
dianalisis. Berikut ini dikemukakan berbagai teknik statistic korelasi yang
digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif. Untuk data nominal dan ordinal
digunakan statistic nonparametris dan untuk data interval dan ratio digunakan
statistik parametris.
2.2
Hipotesis Sementara
Berdasarkan teori, tinjauan
pustaka serta kerangka pemikiran di atas, maka
hipotesis dalam penelitian
ini adalah:
H1: Terdapat pengaruh yang
signifikan antara kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap kepuasan Mahasiswa di
Universitas Putera Batam.
H2: Tidak Terdapat pengaruh
yang signifikan antara kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap kepuasan Mahasiswa
di Universitas Putera Batam.
BAB III
HASIL PENELITIAN
3.1
Metode Penelitian
Berdasarkan metode penelitian,
jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian survei. Menurut Deming
dalam Mamang (2010) adalah penelitian yang tidak melakukan perubahan (tidak ada
perlakuan khusus) terhadap variabel-variabel yang diteliti. Sedangkan
penelitian survei menurut Dane dalam Mamang (2010) adalah penelitian yang
mengumpulkan data pada saat tertentu.
Adapun tujuan dari penelitian survei
adalah mengidentifikasi secara terukur bagaimana kualitas pelayanan BAAK UPB
berpengaruh terhadap kepuasan Mahasiswa di Universitas Putera Batam. Pendekatan
survei dalam penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada
Mahasiswa sebagai responden di
Universitas Putera Batam.
3.2
Data Mentah
Penelitian ini menggunakan skala
Likert sebagai skala pengukurannya. Skala likert digunakan untuk mengukur
sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena
sosial (Sugiyono,2009). Skala Likert berhubungan dengan terhadap suatu jawaban
pada setiap indikator instrument, menggunakan skala Likert mempunyai nilai
gradasi dari yang tertinggi sampai yang terendah, yaitu:
Tabel
3.1 Pemberian Bobot Nilai untuk Variabel Penelitian
No
|
Pertanyaan Kualitas Pelayanan
BAAK UPB
|
Skor Penilaian
|
1.
|
Sangat Buruk
|
5
|
2.
|
Buruk
|
6
|
3.
|
Cukup
|
7
|
4.
|
Baik
|
8
|
5.
|
Sangat Baik
|
9
|
Tabel
3.2 Pemberian Bobot Nilai untuk Variabel Penelitian
No
|
Pertanyaan Kepuasan Mahasiswa UPB
|
Skor Penilaian
|
1.
|
Sangat Tidak Puas
|
5
|
2.
|
Tidak Puas
|
6
|
3.
|
Cukup
|
7
|
4.
|
Puas
|
8
|
5.
|
Sangat Puas
|
9
|
Menurut Sugiyono (2009), populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini yang
menjadi populasi sebanyak 31 Mahasiswa. Sedangkan sampling yang digunakan di
dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik non probability sampling, dimana
populasi tidak mempunyai kesempatan untuk dijadikan sampel lagi.
Metode pengambilan sampel yang
digunakan di dalam penelitian ini adalah accidental sampling yaitu Mahasiswa di
Universitas Putera. Berikut ini merupakan tabel daftar nama mahasiswa yang
telah mengisi kuisioner penelitian:
Tabel
3.3 Daftar Nama Mahasiswa Universitas Putera Batam
No
|
Nama
Mahasiswa
|
Penilaian
Kualitas Pelayanan
|
Penilaian
Kepuasan Mahasiswa
|
1.
|
Yeni
|
7
|
6
|
2.
|
Pricillia
|
7
|
6
|
3.
|
Siti
|
8
|
5
|
4.
|
Helna
|
7
|
7
|
5.
|
Christin
|
7
|
6
|
6.
|
Achy
|
7
|
6
|
7.
|
Nikki
|
5
|
6
|
8.
|
Firman
|
7
|
6
|
9.
|
Risa
|
8
|
7
|
10.
|
Dwita
|
7
|
6
|
11.
|
Taruli
|
7
|
6
|
12.
|
Yessica
|
7
|
7
|
13.
|
Dian
|
7
|
6
|
14.
|
Alfredo
|
8
|
6
|
15.
|
Ambar
|
6
|
5
|
16.
|
Hafizho
|
7
|
6
|
17.
|
Rapina
|
8
|
7
|
18.
|
Arisna
|
8
|
6
|
19.
|
Nisa
|
7
|
6
|
20.
|
Naufal
|
6
|
5
|
21.
|
Aidil
|
5
|
5
|
22.
|
Irfan
|
8
|
7
|
23.
|
Sherly
|
7
|
6
|
24.
|
Tio
|
6
|
5
|
25.
|
Widya
|
8
|
7
|
26.
|
Rizky
|
7
|
6
|
27.
|
Inriani
|
7
|
6
|
28.
|
Sonia
|
8
|
6
|
29.
|
Debby
|
7
|
6
|
30.
|
Frisma
|
7
|
6
|
31.
|
Trisna
|
6
|
5
|
Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah:
1.
Mahasiswa Universitas Putera Batam yang
telah merasakan pelayanan.
2.
Mahasiswa yang secara tidak langsung
mengamati bagaimana kualitas pelayanan dari BAAK UPB.
3.3
Pengolahan Data
1.
Tulis Ho dan Ha dalam bentuk kalimat.
2. Tulis
Ho dan Ha dalam bentuk statistik.
3. Buat
tabel penolong.
4. Cari
r hitung.: 
5. Tentukan
taraf signifikansinya (α)
6. Cari
t tabel dengan dk = n-2
7. Tentukan
kriteria pengujian dengan membandingkan t hitung dengan t table
8.
Buatlah kesimpulan.
Penyelesaian :
1. Tulis Ho dan Ha dalam bentuk kalimat.
Ho : Tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara
kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap kepuasan mahasiswa di UPB
Ha : Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas
pelayanan BAAK UPB terhadap kepuasan
mahasiswa di UPB
2.
Tulis Ho dan Ha dalam bentuk statistik.
Ho : r =
0
Ha : r ≠ 0
3.
Buat tabel penolong
sebagai berikut:
No.
|
Kualitas Pelayanan (x)
|
Kepuasan Mahasiswa (y)
|
(x – x )
x
|
(y – y)
y
|
|
|
|
1.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
2.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
3.
|
8
|
5
|
1
|
-1
|
1
|
1
|
-1
|
4.
|
7
|
7
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
5.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
6.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
7.
|
5
|
6
|
-2
|
0
|
4
|
0
|
0
|
8.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
9.
|
8
|
7
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
10.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
11.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
12.
|
7
|
7
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
13.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
14.
|
8
|
6
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
15.
|
6
|
5
|
-1
|
-1
|
1
|
1
|
1
|
16.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
17.
|
8
|
7
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
18.
|
8
|
6
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
19.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
20.
|
6
|
5
|
-1
|
-1
|
1
|
1
|
1
|
21.
|
5
|
5
|
-2
|
-1
|
4
|
1
|
2
|
22.
|
8
|
7
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
23.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
24.
|
6
|
5
|
-1
|
-1
|
1
|
1
|
1
|
25.
|
8
|
7
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
26.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
27.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
28.
|
8
|
6
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
29.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
30.
|
7
|
6
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
31.
|
6
|
5
|
-1
|
-1
|
1
|
1
|
1
|
|
∑
=
217
X
= 7
|
∑
=
186
X
= 6
|
0
|
0
|
20
|
12
|
9
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
Cari r hitung :
Jadi ada korelasi positif sebesar
0,5809 antara kualitas pelayanan BAAK UPB terhadap kepuasan mahasiswa di UPB.
Hal ini berarti semakin besar kualitas pelayanan, maka semakin besar pula
kepuasan mahasiswa. Apakah koefisien korelasi hasil perhitungan tersebut
signifikan atau tidak, maka perlu dibandingkan dengan r table, dengan taraf
kesalahan tertentu. Bila taraf kesalah ditetapkan 5%, (taraf kepercayaan 95%)
dan N= 31, maka r table = 0,355. Ternyata harga r hitung lebih besar dari harga
r table, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya ada hubungan
positif dan nilai koefisien antara kualitas pelayanan dan kepuasan mahasiswa
sebesar 0,5809. Data dan koefisen yang diperoleh dalam sampel diambil atau data
tersebut mencerminkan keadaan populasi.
5. Tentukan taraf signifikansinya (α)
6. t tabel
dengan dk = n - 2
= 31 – 2 = 29
7.. Harga t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan
dengan harga t tabel.:
Untuk kesalahan 5 % uji dua fihak dan
dk = 29, maka diperoleh t table = 2,045.
Ternyata harga t hitung 3,842 lebih besar dari t table, sehingga Ho ditolak.
Hal ini berarti terdapat hubungan yang positif dan nilai koefisien korelasi
antara kualitas pelayanan dan kepuasan mahasiswa sebesar 0,5809.
Untuk dapat memberikan penafsiran
terhadap koefisien korelasi yang ditemukan tersebut besar atau kecil, maka
dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada table sebagi berikut.
TABEL PEDOMAN UNTUK MEMBERIKAN
INTERPRESTASI TERHADAP KOEFISIEN KORELASI
Interval
Koefisien
|
Tingkat
Hubungan
|
0,00 – 0,199
|
Sangat Rendah
|
0,20 – 0,399
|
Rendah
|
0,40 – 0,599
|
Sedang
|
0,60 – 0,799
|
Kuat
|
0,80 – 1,000
|
Sangat Kuat
|
8. Jadi
dalam analisis koelasi terdapat suatu angka yang disebut dengan koefisien
determinasi, yang besarnya adalah kuadrat dari koefisien (
). Koefisien ini
disebut koefisien penentu, karena varians yang terjadi pada variable dependen
dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada varabel independen.
Untuk penelitian ini ditemukan r = 0,5809. Koefisien determinasinya
=
= 0,33. Hal ini berarti
varians yang terjadi pada varabel kepuasan mahasiswa 33% dapat dijelaskan pada
varansi yang terjadi pada varabel kualitas pelayanan, atau kepuasan mahasiswa
33% ditentukan oleh besarnya kualitas pelayanan, dan 67% oleh factor lain
misalnya system pelayanan atau petugas yang melayani tidak maksimal dapat
mempengaruhi kepuasan mahasiswa.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan diatas,
penulis menyimpulkan bahwa dalam melakukan pelayana yang berkualitas maka
berpengaruh terhadap seberapa besar kepuasan, walaupun tidak menjadi factor
utama tetapi kualitas pelayanan terbukti memiliki pengaruh terhadap kepuasan
pelanggan.
4.2
Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan
yaitu bagi seluruh instansi yang selalu melakukan pelayanan kepada publik maka
seharusnya lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanannya dengan baik agar
publik yang mendapatkan pelayanan merasa adanya kepuasan yang maksimal dan
tentu tidak aka nada keluhan.
Serta dalam penelitian ini juga
masih banyak kekurangan khususnya sampel yang masih terbatas sehingga
diharapkan untuk peneliti selanjutnya untuk lebih memaksimalkan lagi penelitian
ini dengan sampel yang lebih banyak.
DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.unila.ac.id/21294/3/SKRIPSI%20TANPA%20BAB%20PEMBAHASAN.pdf