ARTIKEL
Peran Humas Pemerintah dalam
Membangun Citra Organisasi Publik
Di
era yang serba teknologi dan informasi saat ini dimana media sosial sudah
menjadi bagian yang erat dengan kegiatan masyarakat sehari-harinya, maka tidak
menutup kemungkinan masyarakat pernah mendengar istilah Humas dan seperti apa
peran dan fungsinya, ya memang tidak semuanya mengerti dengan rinci tentang seberapa
penting Humas itu bagi keberlangsungan organisasi publik tetapi telah kita akui
bersama, bahwa Humas sudah memiliki tempat di tengah-tengah masyarakat dalam
menyampaikan informasi apapun yang berkaitan dengan citra organisasi publik.
Sukses
tidaknya citra organisasi publik itu tidak lepas dari campur tangan Humas di
dalamnya, sebab organisasi publik juga harus mempunyai hubungan yang baik
dengan masyarakat selaku pemakai produk/pengguna jasa, nah disinilah Humas
mempunyai peran untuk menyebarkan dan mengkomunikasikan informasi tentang hasil
produk/jasa tersebut kepada masyarakat. Demikian juga di dalam organisasi
pemerintahan yang selama ini menghasilkan pelayanan berupa jasa kepada
masyarakat juga harus mengetahui apakah yang telah dilakukan selama ini sudah
mampu sesuai dengan harapan serta memenuhi kebutuhan masyarakat.
Humas
atau yang lebih dikenal sebagai PR (Public Relation) merupakan salah satu
metode komunikasi untuk menciptakan citra positif dari organisasi publik atas
dasar menghormati kepentingan bersama. Pembentukan Humas instansi berfungsi
untuk mengartikan atau memperjelas kebijakan kepada pihak internal/pegawai di
dalam organisasi publik atau eksternal/masyarakat, serta dapat memonitor setiap
sikap dan tingkah laku masyarakat untuk disampaikan kepada pimpinan instansi
sebagai bahan pengambil keputusan atau sebagai acuan pembuatan kebijakan baru
yang lebih sesuai dengan kepentingan masyarakat.
Pengelola/anggota
Kehumasan Pemerintah adalah setiap pejabat yang mempunyai tugas dan fungsi
kehumasan di instansi pemerintah, departemen, lembaga-lembaga negara serta
unit-unit usaha lainnya seperti BUMN/BUMD baik di pusat maupun di daerah. Keberadaannya
sebagai pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah adalah untuk lebih meningkatkan
dan membina citra pemerintah atau organisasi/instansi yang diwakilinya dalam
membangun kualitas kerja dan profesionalisme serta mempertinggi daya dan hasil
guna yang maksimal dalam rangka operasional kehumasan yang terpadu. Setiap pengelola/anggota
Kehumasan Pemerintah harus bersikap, berperilaku serta berkepribadian berlandaskan
Pancasila dan mengkomunikasikannya secara komunikatif dan profesional dalam
rangka menunjung pelaksanaan kebijakan Pemerintah.
Kode
etik bagi pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah juga dimaksudkan sebagai perwujudan
dan jati diri dari profesi Kehumasan Pemerintah yang terbuka dan komunikatif,
sebagai bagian integral dari fungsinya sebagai abdi pemerintah dan masyarakat.
Karena
hampir seluruh instansi pemerintah memiliki Humas serta divisi yang melakukan
manajemen media massa yang menjembatani pemerintah dengan masyarakat, serta
penghubung pemerintah dengan pers. Humas telah melakukan publikasi internal,
memberdayakan unit pelayanan teknis agar berperan sebagai pemberi informasi. Pejabat
humas pemerintah sebenarnya memiliki kemampuan bersaing dengan institusi swasta,
khususnya dalam uji kompetensi menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Tetapi, citra pegawai negeri sipil selama ini selalu dianggap pegawai yang
korup dan dalam bekerja pun tidak maksimal. Kesan negatif pun telanjur menancap
di benak masyarakat kita. Karena citra tersebut sudah diwariskan yang telah
berumur puluhan tahun semestinya dapat diubah.
Karena
sebelum reformasi, pemerintah memiliki imej sebagai manipulator informasi yang
membatasi masyarakat untuk memperoleh kebebasan mendapatkan infomasi terkait
apa yang terjadi di lembaga pemerintahan saat itu. Bahkan setelah reformasi,
imej ini tidak banyak berubah. Pemerintah seolah dianggap ‘musuh’ yang harus
dilawan. Dengan bergulirnya reformasi, pemerintah mentransformasikan diri agar menjadi
pemerintahan yang bersih dan benar.
Perkembangan
teknologi informasi menuntut Humas Pemerintah lebih responsif terhadap keluhan
masyarakat. Bahwa citra institusi pemerintah tidaklah seburuk yang disangka. Dengan
bantuan berbagai pihak juga seperti pers dan media massa, Humas diharapkan
dapat memanfaatkan hal tersebut untuk menunjang komunikasi dengan masyarakat, melalui
perancangan dan model komunikasi yang baik serta aktivitas komunikasi yang
dilancarkan, diharapkan mampu untuk menanamkan pengetahuan masyarakat terhadap
masalah yang dihadapi. Lalu Humas serius memberikan pengertian sehingga terjadi
pemahaman di masyarakat. Kemudian Humas berusaha mencari solusi yang tepat dan
memberikan harapan kepada masyarakat sesuai masalah yang dihadapi sehingga dapat
mengubah citra buruk pemerintah, dan dihilangkan menjadi citra yang baik
sehingga terjadi apa yang dinamakan penerimaan dan ketertarikan masyarakat
untuk bersimpati serta membangun kembali citra organisasi publik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar