BUKU RANGKUMAN SISTEM SOSIAL BUDAYA
BAB 1
PENDAHULUAN
1. KONSEP DASAR DALAM SISTEM SOSIAL BUDAYA.
Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi-asumsi dasar dalam kehidupan masyarakat. Konsep adalah kata atau istilah ilmiah yang menyatakan suatu idea tau pikiran umum untuk sifat-sifat suatu benda, peristiwa, gejala atau istilah yang menggunakan tentang hubungan antara suatu gejala dengan gejala lainnya. Karena itu, ukuran-ukuran guna memilih konsep dalam sistem sosial budaya akan meliputi: 1. Ketepatan., 2. Acuan terhadap empirik, dan 3. Kegunaan dalam menerangkan suatu gejala sosial.
2 2. SISTEM SOSIAL DAN SISTEM BUDAYA.
Secara sederhana sistem diartikan sebagai kumpulan bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud. Pengertian sistem ini bersifat operasional, tetapi yang jelas, sistem itu memiliki sepuluh ciri, yaitu:
a. Fungsi (function)
b. Satuan (unit)
c. Batasan (boundary)
d. Bentuk (structure)
e. Lingkungan (environment)
f. Hubungan (relation)
g. Proses (process)
h. Masukan (input)
i. Keluaran (output)
j. Pertukaran (exchange)
2.1 Sistem Sosial
Teori sistem sosial pertama kali diperkenalkan oleh seorang sosiolog Amerika, Talcot Parsons. Konsep social adalah alat pembantu untuk menjelaskan tentang kelompok-kelompok manusia. Tiap-tiap system social terditi atas pola-pola perilaku tertentu yang mempunyai struktur dalam dua arti, yaitu: pertama, relasi-relasi sendiri antara orang-orang bersifat agak mantap dan tidak cepat berubah; kedua, perilaku-perilaku mempunyai corak atau bentuk yang relatif mantap. Dalam suatu system social, paling tidak harus terdapat empat hal, yaitu:
a. Dua orang atau lebih.
b. Terjadi interaksi antara mereka.
c. Bertujuan.
d. Memiliki struktur, simnol, dan harapan-harapan bersama yang dipedominya.
Lebih lanjut Talcot Parsons mengatakan bahwa system social tersebut dapat berfungsi apabila dipenuhi empat persyaratan fungsional, yaitu:
a. Fungsi adaptasi è menunjukan pada keharusan bagi system-sistem social untuk menghadapi lingkungannya.
b. Fungsi mencapai tujuan è persyaratan fungsional bahwa tindakan itu diarahkan pada tujuan-tujuannya.
c. Fungsional integrasi è persyaratan yang berhubungan dengan interelasi antara para anggota dalam system social.
d. Fungsi pemeliharaan pola-pola tersembunyi è konsep latensi berhentinya interaksi akibat keletihan dan kejenuhan sehingga tunduk pada system social lainnya yang mungkin terlibat.
Unsur-unsur system social tersebut ada sepuluh, yaitu:
a. Keyakinan (pengetahuan)
b. Perasaan (sentiment)
c. Tujuan,sasaran,atau cita-cita
d. Norma
e. Kedudukan peranan (status)
f. Tingkatan atau perangkat (rank)
g. Kekuasaan atau pengaruh (power)
h. Sanksi
i. Sarana atau fasilitas
j. Tekanan ketegangan (stress-strain)
2.2 Sistem Budaya
Sistem budaya merupakan wujud yang abstrak dari kebudayaan. Menurut Bakker (1984:37) kebudayaan sebagai penciptaan dan perkembangan nilai meliputi segala apa yang ada dalam alam fisik, personal dan social, yang disempurnakan untuk realisasi tenaga manusia dan masyarakat.
a. Kebudayaan Subjektif.
Dipandang dari aspirasi fundamental yang ada pada manusia, nilai-nilai batin dalam kebudayaan subjektif terdapat dalam perkembangan kebenaran, kebajikan dan keindahan. Dalam hierarki nilai perwujudannya tampak dalam kesehatan badan, penghalusan perasaan, kecerdasan budi, bersama-sama dengan kecakapan untuk mengkomunikasikan hasil pemakaian budi kepada lain-lain, serta kerohanian
b. Kebudayaan Objektif.
Nilai-nilai yang direalisasikan secara batin sekali diproyeksi secara serupa, merupakan landasan untuk perkembangan batin lebih lanjut dan demikian terus-menerus dalam sarang yang semakin kompleks. Nilai-nilai objektif itu, yang juga disebut hasil unsur-unsur kebudayaan itu dapat disistematisasikan menurut beberapa prinsip pembagian, antara lain : ilmu pengetahuan, teknologi, kesosialan, ekonomi, kesenian dan agama.
33. MANUSIA DAN PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
3.1 Hakikat Peradaban dan Pengertian
Manusia merupakan mahkluk yang beradab sehingga mampu menghasilkan peradaban.Peradaban memiliki kaitan erat dengan kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Huntington (2001) mendefinisikan peradaban (civilization) tidak lain adalah: perkembangan kebudayaan yang telah mendapat tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya, taraf kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya itu dikatakan pada pendukungnya itu dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi.
3.2 Sekilas Jejak Peradaban di Indonesia
Peradaban bangsa Indonesia dimulai sejak masa kemahiran teknik atau zaman perundagian yang terdiri dari masa, yaitu tradisi seni tuang perunggu dan besi. Peradaban bangsa Indonesia semakin maju dan berkembang setelah datangnya pengaruh Hindu dan Budha ke Indonesia yaitu memasuki masa sejarah (masa mengenal bahasa tulis). Kemudian semakin berkembang dengan setelah masuknya pengaruh islam dan peradaban bangsa Barat Eropa,termasuk Kristen-Katolik.
4 4. PENGERTIAN SISTEM SOSIAL BUDAYA
Pengertian sistem sosial budaya, yaitu merupakan suatu keseluruhan dari unsur – unsur tata nilai, tata social dan tata laku manusia yang saling berkaitan dan masih-masing unsur bekerja secara mandiri serta bersama-sama satu sama lain saling mendukung untuk mencapai tujuan hidup manusia dalam bermasyarakat.
5 5. KEHIDUPAN MASYARAKAT SEBAGAI SISTEM SOSIAL DAN SISTEM BUDAYA
Margono Slamet menyatakan masyarakat sebagai suatu sistem social itu dipengaruhi oleh:
a. Ekologi, tempat dan geografi dimana masyarakat itu berada.
b. Demografi, yaitu menyangkut populasi, susunan dan ciri-cirinya.
c. Kebudayaan, yaitu menyangkut nilai-nilai social, system kepercayaan dan norma-norma didalam masyarakat.
d. Kepribadian, yaitu meliputi sikap mental, semangat, tempramen dan ciri-ciri psikologis masyarakat.
e. Waktu, sejarah dan latar belakang masa lampau dari masyarakat tersebut.
Alvin L. Bertrand menyatakan proses-proses dalam system social yaitu:
a. Komunikasi (Communication)
b. Memelihara Tapal Batas (Boundary Maintenance)
c. Perjalanan Sistem (Systemic Linkage)
d. Sosialisasi (Socialization)
e. Pengawasan Sosial (Sosial Control)
f. Pelembagaan (Institutionalization)
g. Perubahan Sosial (Social Change)
Gerak Sistem Sosial
Subsistem budaya/kultur : Latent pattern maintenance
Subsistem social : Integration
Subsistem kepribadian : Goal attainment
Subsistem organisme prilaku : Adaptation
Subsistem social-budaya merupakan struktur dan proses dalam suatu wadah tertentu dalam kehidupan masyarakat yang mempunyai unsure pokok sebagai berikut:
a. Kepercayaan yang merupakan pemahaman dari semua aspek alam semesta yang dianggap sebagai suatu kebenaran (mutlak).
b. Perasaan dan pikiran, yakni suatu keadaan kejiwaan manusia yang menyangkut keadaan sekelilingnya, baik yang bersifat alamiah maupun social.
c. Tujuan yang merupakan suatu cita-cita yang harus dicapai dengan cara mengubah sesuatu atau mempertahankannya.
d. Kaidah atau norma yang merupakan pedoman untuk berprilaku pantas.
e. Kedudukan dan peranan; kaidah (status) merupakan posisi-posisi tertentu secara vertical, sedangkan peran (role) adalah hak-hak dan kewajiban, baik secra structural maupun prosesual.
f. Pengawasan, merupakan proses yang bertujuan untuk mengajak, mendidik atau bahkan
memaksa warga masyarakat menaati norma dan nilai yang berlaku dalma masyarakat.
g. Sanksi, yakni persetujuan atau penolakan terhadap prilaku tertentu. Persetujuan terhadap prilaku tertentu dinakan sanksi positif sedangkan penolakan sanksi negative yang mencakup pemulihan keadaan, pemenuhan keadaan dan hukuman dalam arti luas.
h. Fasilitas, merupakan sarana untuk mnecapai tujuan yang hendak dicapai dan telah
ditentukan terlebih dahulu.
i. Kelestarian dan kelangsungan hidup.
j. Keserasian antara kualitas kehidupan dengan kualitas lingkungan.
66. KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah orang atau manusia yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan, keduanya tidak dapat dipisahkan dan selamanya merupakan dwitunggal. Unsur-unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu sebagai berikut.
a. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia.
b. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
c. Sistem kemasyarakatan.
d. Bahasa.
e. Kesenian.
f. Sistem pengetahuan.
g. Religi.
Dalam menelaah pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian, sebaiknya dibatasi pada bagian kebudayaan yang secraa langsung mempengaruhi kepribadian dengan istilah kebudayaan khusus atau subculture.
a. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar factor kedaerahan.
b. Cara hidup dikota dan didesa yang berbeda (urban dan rural ways of live)
c. Kebudayaan khusus untuk kelas social.
d. Kebudayaan khusus atas dasar agama.
e. Kebudayaan berdasarkan profesi.
Menurut kerangka Kluckhon, mengenai lima masalah pokok dalam kehidupan manusia:
a. Masalah mengenai hakikat dari hidup manusia (MH)
b. Masalah mengenai hakikat dari karya manusia (MK)
c. Masalah mengenai hakikat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu (MW)
d. Masalah mengenai hakikat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya (MA)
e. Masalah mengenai hakikat dari hubungan manusia dengan sesamanya (MM)
77. MASALAH-MASALAH SOSIAL, KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT
Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh masyaratkat pada umumnya menurut Soerjono Soekanto, 1990:406-441, yaitu misalnya seperti berikut ini.
a. Kemiskinan
b. Kejahatan
c. Disorganisasi Keluarga
d. Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern
e. Peperangan
f. Pelanggaran terhadap Norma-Norma Masyarakat
g. Masalah Kependudukan
h. Masalah Lingkungan Hidup
i. Birokrasi
88. PEMECAHAN MASALAH SOSIAL
Menurut Ogburn dan Nimkoff, prasyarat suatu perencanaan social yang efektif adalah:
a. Adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencakup suatu system ekonomi di mana telah dipergunakan uang, urbanisasiyang teratur, inteligensia di bidan teknik dan ilmu pengetahuan, serta suatu system administrasi yang baik;
b. Adanya system pengumpulan keterangan dan analisis yang baik;
c. Terdapat sikap public yang baik terhadap usaha-usaha perencanaan social tersebut;
d. Adanya pimpinsn ekonomi dan politik yang progresif.